MASIGNASUKAv101
1722619076852864293

Bank Sampah Sebagai Usaha Sosial yang Kreatif dan Inovatif dalam Rangka Mewujudkan Banten Bersih

Bank Sampah Sebagai Usaha Sosial yang Kreatif dan Inovatif dalam Rangka Mewujudkan Banten Bersih
Add Comments
Monday, March 5, 2018


 Bank Sampah : Sebagai Usaha Sosial yang Kreatif dan Inovatif dalam Rangka Mewujudkan Banten Bersih

Rangkuman :
Sampah dapat membawa dampak yang buruk pada kondisi kesehatan manusia. Bila sampah dibuang secara sembarangan atau ditumpuk tanpa ada pengelolaan yang baik, maka akan menimbulkan berbagai dampak kesehatan yang serius. Sampah merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dari kehidupan manusia. Jumlah sampah yang ada semakin menggunung dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) semakin sempit karena sudah melewati ambang batas penampungan. Ada sebuah ide usaha menarik untuk menseriusi dalam pengelolaan sampah yang dapat dilakukan oleh kita yaitu Bank Sampah. Sebuah ide usaha yang didesain seperti layaknya perbankan dengan system keungan berbasis IT sederhana. Para nasabah diberi buku tabungan dan bisa bertransaksi sampah kapan saja. Sampah di pilah sesuai dengan jenisnya dan ditimbang, kemudian dihitung sesuai dengan patokan harga yang telah ditetapkan dan uangnya dimasukkan kedalam tabungan Bank Sampah.
Sampah dapat membawa dampak yang buruk pada kondisi kesehatan manusia. Bila sampah dibuang secara sembarangan atau ditumpuk tanpa ada pengelolaan yang baik, maka akan menimbulkan berbagai dampak kesehatan yang serius. Tumpukan sampah rumah tangga yang dibiarkan begitu saja akan mendatangkan tikus got dan serangga (lalat, kecoa, lipas, kutu dan lain-lain) yang membawa kuman penyakit.
Lalat dapat menjadi pembawa utama dari kuman bakteri yang menyebabkan diare karena mudah hinggap di makanan atau peralatan makan. Tikus diketahui dapat membawa penyakit seperti tipus, leptosprirosis, salmonellosis dan pes. Sedangkan serangga (lalat, kecoa, lipas dan kutu) dapat membawa berbagai bakteri yang menyebabkan penyakit disentri dan diare. Nyamuk akan beranak-anak di air yang tidak bergerak di sekitar sampah yang tercecer dan dapat menyebabkan malaria bahkan demam berdarah.
Di seluruh dunia, 60 ton sampah dibuang setiap detiknya. Peringkat resiko lingkungan terhadap angka kematian bayi akibat water born disease, polusi udara, perubahan iklim, kelangkaan air, dan lain-lain yang semakin meningkat. Di Indonesia, Asisten Deputi Peningkatan Peran Masyarakat Kementerian Lingkungan Hidup, Sony Tri Bangun Laksono, mengungkapkan bahwa pengolahan sampah di Indonesia belum menunjukkan hasil yang signifikan.
Sekitar 6.500 ton sampah dibuang setiap hari, tetapi yang diolah hanya sekitar 5 persen. Sekitar 20 persen sampah mengalir ke sungai atau laut dan sisanya ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Berdasarkan survey di 26 kota pada 2009, hasil survey menunjukkan sangat sedikit sampah yang diolah. Pengolahan sudah dilakukan pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan warga. (megapolitan.kompas.com)
Sampah merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dari kehidupan manusia. Jumlah sampah yang ada semakin menggunung dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) semakin sempit karena sudah melewati ambang batas penampungan. Berbagai macam metode sudah digunakan untuk menangani masalah ini, tetapi tetap saja tidak terselesaikan. Seiring dengan perkembangan teknologi, kebutuhan plastik meningkat. Konsekuensinya sampah plastik yang dihasilkan juga meningkat. Ditambah sifat plastik yang tidak dapat membusuk, tidak terurai secara alami, tidak dapat menyerap air dan tidak dapat berkarat sehingga pada akhirnya menjadi masalah bagi lingkungan.
Pernahkan terlintas dalam pikiran bahwa diantara tumpukan sampah ini terdapat peluang usaha untuk memberdayakan masyarakat kita yang cukup berprospek dan potensial? Produksi sampah yang tinggi menyebabkan bisnis berbahan dasar sampah tidak pernah kehabisan bahan bakunya. Keunggulan lain dari usaha ini adalah bahan bakunya murah sehingga sangat berpengaruh pada harga hasil akhir produk daur ulang kita. Meskipun barang yang diolah merupakan barang sisa, buangan usaha, sisa sampah rumah tangga, tapi usaha daur ulang sampah merupakan peluang usaha pemberdayaan masyarakat yang tidak bisa dianggap remeh, disamping mendukung program pemerintah mengenai pengolahan sampah.
Ada sebuah ide usaha menarik untuk menseriusi dalam pengelolaan sampah yang dapat dilakukan oleh kita yaitu Bank Sampah. Sebuah ide usaha yang didesain seperti layaknya perbankan dengan system keungan berbasis IT sederhana. Para nasabah diberi buku tabungan dan bisa bertransaksi sampah kapan saja. Sampah di pilah sesuai dengan jenisnya dan ditimbang, kemudian dihitung sesuai dengan patokan harga yang telah ditetapkan dan uangnya dimasukkan kedalam tabungan Bank Sampah.
Ada enam tujuan penting mengapa ide usaha Bank Sampah ini perlu dilakukan, yaitu:
1.      Menjadikan lingkungan bersih dan sehat
2.      Menjadikan sampah bisa dikelola dengan baik dan tersistem
3.      Meningkatkan perekonomian warga
4.      Menumbuhkan semangat bangun masyarakat dan kekeluargaan
5.      Melahirkan produk binaan yang diunggulkan di daerah tersebut
6.      Menjadi percontohan pengelolaan sampah di Indonesia
Pendidikan Bank Sampah ini mempunyai target beberapa hal : Pertama, terbentuknya Bank Sampah yang kokoh dan maju. Kedua, setiap Bank Sampah minimal mempunyai anggota sebanyak 200 KK dengan kemanfaatan peningkatan kualitas hidup masyarakat sekitar sejumlah 1000 orang. Ketiga, para anggota dan pengurus Bank Sampah mendapatkan passive income dari sampah rutin yang disetorkan ke bank sampah dengan sistem pengelolaan sampah yang dilakukan. Keempat, dengan Bank Sampah akan terbentuk 1 Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) untuk : 1) program pengolahan sampah kering (handycarf, sampah plastik dibuat biji plastik) dan 2) sampah basah untuk komposter. Sehingga dengan program ini bisa meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.
Ada dua jenis sampah yang bisa dikumpulkan di Bank Sampah: Pertama, sampah organik. Sampah organik ini didapat dari tabungan sampah nasabah Bank Sampah. Kemudian dikelola menjadi komposter yang akan digunakan untuk budidaya bibit tanaman varietas unggul berbasiskan KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) dan juga kompos sampah organik tersebut juga bisa dijual ke pasar/pelanggan dengan sistem pak/kiloan. Sehingga hasilnya bisa untuk kesejahteraan anggota kelompok KSM dibawah koordinasi Bank Sampah. Kedua, daur ulang sampah non-organik, pengelolaan sampah non-organik dibagi menjadi dua, yaitu ke pengepul dan didaur ulang menjadi kerajinan tangan dan yang berkaitan dengan sampah botol plastik akan diolah menjadi biji plastik.
Kita menyakini dengan keuletan dan kesungguhan dalam mengelola Bank Sampah, perputaran ekonomi kelompok usaha ini akan besar bahkan bisa menopang pertumbuhan ekonomi keluarga dan masyarakat di daerah tersebut.


bangoprek

Halo Semuanya, Salam salim. Perkenalkan saya Bangoprek, bukan nama asli, nama aslinya sudah pada tahu kan? Oke mari kita lanjut kepoin template sederhana buatan saya.

Pekerjaan terbaik adalah mengerjakan hobimu sendiri.