Rangkuman
:
Sampah
dapat membawa dampak yang buruk pada kondisi kesehatan manusia. Bila sampah
dibuang secara sembarangan atau ditumpuk tanpa ada pengelolaan yang baik, maka
akan menimbulkan berbagai dampak kesehatan yang serius. Sampah merupakan bagian
yang tidak dapat terpisahkan dari kehidupan manusia. Jumlah sampah yang ada
semakin menggunung dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) semakin sempit karena
sudah melewati ambang batas penampungan. Ada sebuah ide usaha menarik untuk
menseriusi dalam pengelolaan sampah yang dapat dilakukan oleh kita yaitu Bank
Sampah. Sebuah ide usaha yang didesain seperti layaknya perbankan dengan system
keungan berbasis IT sederhana. Para nasabah diberi buku tabungan dan bisa
bertransaksi sampah kapan saja. Sampah di pilah sesuai dengan jenisnya dan
ditimbang, kemudian dihitung sesuai dengan patokan harga yang telah ditetapkan
dan uangnya dimasukkan kedalam tabungan Bank Sampah.
Sampah
dapat membawa dampak yang buruk pada kondisi kesehatan manusia. Bila sampah
dibuang secara sembarangan atau ditumpuk tanpa ada pengelolaan yang baik, maka
akan menimbulkan berbagai dampak kesehatan yang serius. Tumpukan sampah rumah
tangga yang dibiarkan begitu saja akan mendatangkan tikus got dan serangga
(lalat, kecoa, lipas, kutu dan lain-lain) yang membawa kuman penyakit.
Lalat
dapat menjadi pembawa utama dari kuman bakteri yang menyebabkan diare karena
mudah hinggap di makanan atau peralatan makan. Tikus diketahui dapat membawa
penyakit seperti tipus, leptosprirosis, salmonellosis dan pes. Sedangkan
serangga (lalat, kecoa, lipas dan kutu) dapat membawa berbagai bakteri yang
menyebabkan penyakit disentri dan diare. Nyamuk akan beranak-anak di air yang
tidak bergerak di sekitar sampah yang tercecer dan dapat menyebabkan malaria
bahkan demam berdarah.
Di
seluruh dunia, 60 ton sampah dibuang setiap detiknya. Peringkat resiko
lingkungan terhadap angka kematian bayi akibat water born disease, polusi udara, perubahan iklim, kelangkaan air,
dan lain-lain yang semakin meningkat. Di Indonesia, Asisten Deputi Peningkatan
Peran Masyarakat Kementerian Lingkungan Hidup, Sony Tri Bangun Laksono,
mengungkapkan bahwa pengolahan sampah di Indonesia belum menunjukkan hasil yang
signifikan.
Sekitar
6.500 ton sampah dibuang setiap hari, tetapi yang diolah hanya sekitar 5
persen. Sekitar 20 persen sampah mengalir ke sungai atau laut dan sisanya ke Tempat
Pembuangan Akhir (TPA). Berdasarkan survey di 26 kota pada 2009, hasil survey
menunjukkan sangat sedikit sampah yang diolah. Pengolahan sudah dilakukan
pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan warga. (megapolitan.kompas.com)
Sampah
merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dari kehidupan manusia. Jumlah
sampah yang ada semakin menggunung dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) semakin
sempit karena sudah melewati ambang batas penampungan. Berbagai macam metode
sudah digunakan untuk menangani masalah ini, tetapi tetap saja tidak
terselesaikan. Seiring dengan perkembangan teknologi, kebutuhan plastik
meningkat. Konsekuensinya sampah plastik yang dihasilkan juga meningkat.
Ditambah sifat plastik yang tidak dapat membusuk, tidak terurai secara alami,
tidak dapat menyerap air dan tidak dapat berkarat sehingga pada akhirnya
menjadi masalah bagi lingkungan.
Pernahkan
terlintas dalam pikiran bahwa diantara tumpukan sampah ini terdapat peluang
usaha untuk memberdayakan masyarakat kita yang cukup berprospek dan potensial?
Produksi sampah yang tinggi menyebabkan bisnis berbahan dasar sampah tidak
pernah kehabisan bahan bakunya. Keunggulan lain dari usaha ini adalah bahan
bakunya murah sehingga sangat berpengaruh pada harga hasil akhir produk daur
ulang kita. Meskipun barang yang diolah merupakan barang sisa, buangan usaha,
sisa sampah rumah tangga, tapi usaha daur ulang sampah merupakan peluang usaha
pemberdayaan masyarakat yang tidak bisa dianggap remeh, disamping mendukung
program pemerintah mengenai pengolahan sampah.
Ada
sebuah ide usaha menarik untuk menseriusi dalam pengelolaan sampah yang dapat
dilakukan oleh kita yaitu Bank Sampah. Sebuah ide usaha yang didesain seperti
layaknya perbankan dengan system keungan berbasis IT sederhana. Para nasabah
diberi buku tabungan dan bisa bertransaksi sampah kapan saja. Sampah di pilah
sesuai dengan jenisnya dan ditimbang, kemudian dihitung sesuai dengan patokan
harga yang telah ditetapkan dan uangnya dimasukkan kedalam tabungan Bank
Sampah.
Ada
enam tujuan penting mengapa ide usaha Bank Sampah ini perlu dilakukan, yaitu:
1. Menjadikan
lingkungan bersih dan sehat
2. Menjadikan
sampah bisa dikelola dengan baik dan tersistem
3. Meningkatkan
perekonomian warga
4. Menumbuhkan
semangat bangun masyarakat dan kekeluargaan
5. Melahirkan
produk binaan yang diunggulkan di daerah tersebut
6. Menjadi
percontohan pengelolaan sampah di Indonesia
Pendidikan
Bank Sampah ini mempunyai target beberapa hal : Pertama, terbentuknya Bank Sampah yang kokoh dan maju. Kedua, setiap Bank Sampah minimal
mempunyai anggota sebanyak 200 KK dengan kemanfaatan peningkatan kualitas hidup
masyarakat sekitar sejumlah 1000 orang. Ketiga,
para anggota dan pengurus Bank Sampah mendapatkan passive income dari sampah rutin yang disetorkan ke bank sampah
dengan sistem pengelolaan sampah yang dilakukan. Keempat, dengan Bank Sampah akan terbentuk 1 Kelompok Swadaya
Masyarakat (KSM) untuk : 1) program pengolahan sampah kering (handycarf, sampah plastik dibuat biji
plastik) dan 2) sampah basah untuk komposter. Sehingga dengan program ini bisa
meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.
Ada
dua jenis sampah yang bisa dikumpulkan di Bank Sampah: Pertama, sampah organik. Sampah organik ini didapat dari tabungan
sampah nasabah Bank Sampah. Kemudian dikelola menjadi komposter yang akan
digunakan untuk budidaya bibit tanaman varietas unggul berbasiskan KSM
(Kelompok Swadaya Masyarakat) dan juga kompos sampah organik tersebut juga bisa
dijual ke pasar/pelanggan dengan sistem pak/kiloan. Sehingga hasilnya bisa
untuk kesejahteraan anggota kelompok KSM dibawah koordinasi Bank Sampah. Kedua, daur ulang sampah non-organik,
pengelolaan sampah non-organik dibagi menjadi dua, yaitu ke pengepul dan didaur
ulang menjadi kerajinan tangan dan yang berkaitan dengan sampah botol plastik
akan diolah menjadi biji plastik.
Kita
menyakini dengan keuletan dan kesungguhan dalam mengelola Bank Sampah,
perputaran ekonomi kelompok usaha ini akan besar bahkan bisa menopang
pertumbuhan ekonomi keluarga dan masyarakat di daerah tersebut.
Posted by 

comment 0 komentar
more_vert